Saturday, 22 October 2011

Belajar nulis & Gambar

karena badan lagi kurang enak badan....
jadi ngegambar-gambar, sekalian uji coba juga....



nama produk yang akan jadi buku... insyaAlloh.... pengennya nulis buku juga.... tapi banyak yang akan dilakukan...... gimanana nanti saja.....
  
nah... klo gambar ini gak tahu... gak ngerti gambarnya... yang penting jadi..... saja.... untuk perusahaan maya saja.... mudah-mudahan tetap bisa jadi direkturnya... Amin....


ini paling aneh... gambar ice cream tapi bukan kayak ice cream..... awalnya ingin wirausaha mengenai ice cream di k*r*wang... karena daerahnya sangat panas sekali..... mudah-mudahan ada rejeki.... .




Sekarang configure lagi bikin hotpsot + ice Cream..... (kebetulan lagi lapar... ^_^)

Friday, 21 October 2011

Monday, 26 September 2011

Kedip Matahari di Pagi hari

Pagi indah nan alunan sepi..
Deru angin tersayup dalam dekat telinga...
Dan semangat mengebu-gebu dalam langkat perjalan..

Matahari pun tersenyum...
Seakan mereka juga ikut bergembira bersama kita,,,,


Kepakan sayap burung hitam dan biru
Mengantarkan kita pada sebuah gubuk untuk sebuah relaksasi....


Jiwa terbakar semangat,
Arus jiwa semangat untuk berubah dan bermanfaat
untuk Menuju Menjadi Generasi Rabbani


Langkah kecil, tertatap rapi
Rapihkan barisan untuk suatu pencetak goal kedalam gawang...
Bak sebuah penyerang dengan seorang manajer pelatih....


Alunan burung bernyanyi pun tersirat telinga
Kodok kecil pun melompat
Menyambut pemuda-pemudi yang selalu bersemangat,,


Jadilah sebuah Apel yang terus menerus dalam tahap proses pematangan,.
Jadilah sebuah Duren yang selalu menjaga hati dan isinya,
Jemput bola dan lakukanlah untuk mencetak Hatrik dalam bola...

^_^...









cc : BM



Monday, 19 September 2011

Do`a Rintihan Malam (ibu)

Hari ketika hari libur
Saat dimana belum ada kegiatan yang padat, karena masih dalam kampung halaman. Ya kampung halaman adalah dimana kita dilahirkan dan bisa berkumpul saat tertentu saja. Dan kalaupun semuanya bisa berkumpul dan tidak ada banyak aktifitas kerjaannya.

Hari semakin siang, dan ketika siang menjelang sore dan sorepun berganti malam, Tidak ada kegiatan yang penuh berarti, serasa badan semakin capek dengan berdiam diri tanpa ada kegiatan...

Dan karena malam pun, karena tidak ada kegiatan, maka lekas langsung tidur dengan terbaring disebuah sofa.

Karena tidur terlalu cepat, maka yang lain masih melakukan kegiatan dengan sendirinya.

Saat penghujung malam purnama tidak berganti, ketika cahaya rembulan bisa menemani cahaya gelap yang disekitar alam, maka seolah semuanya tertuju pada sang rembulan.

Sayu sendu, suara angin yang masuk kegubuk kami, seolah semakin menyenyakan tidur kami, namun ketika itu seperti ada suara tangisan malam,

tersendu-sendu, mendengung, bergumam, semakin didengarkan.
Dan tidak terbangun dari tempat tidur hanya mendengarkan dalam rintihan bantal guling..

Semakin lama semkin terus tersendu-sendu...... dan semakin mendengarkan jauh lebih dalam.
Dan ketika suara itu pun dilantarkan, namun tidak di lantangkan seraya berucap " jadikahlah Anak-anak kami orang-orang yang sholeh dan shalehah, bisa berbuat untuk agama, negara dan banyak orang. Jadikanlah merekan anak-anak yang selalu mudah dalam segala urusannya. Jadikanlah mereka selalu akan mengingat akan kebesaran-Mu dengan penuh syukur."

Semakin mendengarkan dan semakin akan terheran. ini suara tangisan siapa...

" itulah suara tangisan malam seorang ibu " seraya berdoa agar kelak juga semuanya sudah besar mereka menjadi sukses dunia dan akhirat.

Tidak akan pernah tahu, ketika kita tidak berada disamping ibu, tidak akan pernah tahu dalam sebuah kegiatan malam seorang yang selalu berdoa untuk sebuah keluarga yang ingin merasakan kehangatan keluarga....


Kutipan dari cerita pendek "Rintihan malam".

Tuesday, 6 September 2011

Asal

Coba nulis lagi... hehe
dah lama gak nulis lagi...
Hari ini sebenarnya lemes banget, fisik ngdrop, lagi bnyak pikiran dan penyakit kumat lagi...
tapi gak pp.. harus tetap semangat....


Awalnya pusing nie kepala,,, pusiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing banget.
Tapi liat komentar,status dan searching mengenai dunia pendidikan.... jadi semangaka lagi (loh... jualan semangka bang).. semangat maksudnya kaka..... hehe

walaupun terakhir...
melihat dari memperhatikan dan menimbang... (1 kg jeruk berapa bang??) saya gak jualan jeruk bang..
rasanya ingin mencapai puncak paling tinggi...

maksudnya ... tingkat pendidikan lebih tinggi lagi gto...

semoga bisa sampe pencapaian..

beranilah bermimpi besar...
karena orang besar mempunyai mimpi yang besar pula....





Thursday, 7 July 2011

PORTOFOLIO Projek

SITUS JEJARING SOSIAL SMPN 1 CILAMAYA

Berikut projek situs yang pernah dibuat ma Ane... :D

Alamat situs nya : http://smpn1.net63.net/
Dibuat untuk menjalin kerjasama antar alumni anak-anak SMP 1 Cilamaya angkatan 2004-2005..
SITUS DOWNLOAD FILE E-BOOK GRATIS
Alamat situsnya : http://downloadfile.site90.net/
Dibuat untuk mengupload file sharing yang bisa berguna untuk orang lain.. ^_^
RADIO KOMUNITAS CILAMAYA
alamat situsnya : http://cilamaya.listen2myradio.com/
Masih dalam tahap pengembangan.. ^_^.. Radionya tidak online tiap hari, karena pemiliknya lagi sibuk persiapan sidang,PMB dan organisasi... heh

Video Waktu Kerja Praktek II

Nah ini temen-temen dari STO (Sentral Otomatis Telepon), kalo belum liat video satunya bisa disini



Disini ada adek-adek semuanya : adek nani, adek eka, adek ova, adek fadil dan temen-temen yang lain... banyak pokokna mah..

Nanti kalo ada waktu dan punya kecepatn internet yang baik, akan diupload video fix semuanya...

Video Waktu Kerja Praktek

Ini video waktu kerja praktek di salah satu perusahaan terbesar di Indonesia


Disini diperkenalkan ada : Kang Yogi, Kang Syahril, Kang Aldi, Dery Rizwan, Upy, Arlan, Adek Novie (karena lebih muda dari yang lain.. hehe) dan ane sendiri..

Mungkin kalo sering dikaitkan lebih kayak Meteor Garden.... hikshiks..

Saturday, 2 July 2011

2007-2008

Inilah Skuad dari angkatan dari 2007 dan 2008.
hanya sebagian dalam foto ini, cuma yang ke foto baru ini... ^_^..

Semoga selalu menguatkan dan selalu akan bertemu di masa yang akan datang...



Dari Engkng, sgt,Chbb,irf,**,Frm,Aff,Gjd,Rza,Aki,jrsh,adt,rzkn

Monday, 27 June 2011

Mulai lagi dari Awal

Impian Selanjutnya

Melaksanakan Umroh keluarga.... bayangan ini sering masuk ketika masuk SMA

Hm... yang ini mah dsudah sunatullah... ^_^, mudah-mudahan dipercepat

Menjadi Hafidz Quran... bismillah..

Cuma hanya selingan saja kalo yang ini..

Dan yang paling ditunggu
senyuman dari Khoirul Zhukrufillah (NA)... ^_^

Saturday, 11 June 2011

Ini Cerita....^_^

Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku.

Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang
mana semua gadis disekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat dikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.”Siapa yang mencuri uang itu?” Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, “Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!” Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi. Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, “Ayah, aku yang melakukannya!”

Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas. sudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, “Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? … Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!”

Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, “Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi.”

Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.

Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnya memberengut, “Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik…hasil yang begitu baik…” Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, “Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?”

Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah >dan berkata, “Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku.” Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. “Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!” Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, “Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini.” Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas.

Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: “Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimu uang.”

Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20.

Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga (di universitas). Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, “Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!”

Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, “Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?” Dia menjawab,tersenyum, “Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu?”

Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, “Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu…”

Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, “Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu.” Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23.

Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku. “Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!” Tetapi katanya, sambil tersenyum, “Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu..”

Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan mebalut lukanya. “Apakah itu sakit?” Aku menanyakannya. “Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan…” Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku. Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.

Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, “Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini.”

Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi.

Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, “Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?”

Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. “Pikirkan kakak ipar–ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?”

Mata suamiku dipenuhi air mata,
dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah:
“Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!”
“Mengapa membicarakan masa lalu?”
Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.

Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, “Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?” Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, “Kakakku.”

Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. “Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya.”

Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku. Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, “Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku.” Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.

NB: Kutipan salah satu Facebook Temen

Friday, 27 May 2011

Install dan Konfigurasi SQUID3 di ubuntu server 10.04

Install dan Konfigurasi SQUID3 di ubuntu server 10.04
Install squid3
$ apt-get install squid3

Edit configurasi squid3
nano /etc/squid3/squid3.conf
* catatan : karena banyak scriptnya maka
pencarian bisa menggunakan ctrl+w
- http_port 3128 ---> http_port 8990
- cache_mem 8 Mb ---> enable dengan membuang tanda kresnya
- restart squid

Membuat access control list Acl
Contoh : untuk jaringan 192.168.1.1/24 bisa akses suatu jaringan internet dengan :
Tambahkan script
acl jaringan 192.168.1.1/24
Tambahkan script
http_access allow jaringan
- restart squid

Pasti akan berhasil…









Memblok kata-kata yang dilarang
Tambahkan script
acl blok_kata url_regex -i "/etc/squid3/blok_kata.txt"
Tambahkan
http_access deny blok_kata
Buat file dengan nama blok_domain.txt
Nano /etc/squid3/blok_kata.txt
Memblok Situs
Tambahkan
acl blok-domain dstdomain "/etc/squid/domain_blok.txt"
Tambahkan
http_access deny blok_domain
Buat file dengan nama blok_domain.txt
Nano /etc/squid3/blok_domain.txt

Thursday, 26 May 2011

Rindu Sang Penyayang sepanjang masa

Kalo lagi rindu ma ma ibu... kadang dengerin lagu ini.... ^_^....

Video Courtesy Youtube : http://www.youtube.com/watch?v=RHW-OwoDuDk
Hujan rintik hari ini.. seakan mengingat dan diingatkan...
Kasih sayangmu sepanjang...
InsyaAllah.. akan memenuhi permintaan mu ibu... ^_^..


Dan selalu terngiang..
" Dek... kalo raga  ini jauh, yakinlah bahwa kita akan selalu dekat".
Jaga ibadah mu dek , Dan sebelum tidur jangan lupa untuk selalu sempatkan untuk mengaji...
Status yang ada di wall salah satu temen....


pengen nulis puisi buat ibu....
Tapi sayang bukan seorang romantisan... walau kadang pernah dapat hadiah dari puisi GJ 2-1 tahun yang lalu.. hehehe...

Saturday, 14 May 2011

sabarlah wahai hati

 Semangat dipagi weekend.. berharap lebih baik lagi daripada hari kemarin.
Semangatlah wahai sahabat...!!!
Kesempurnaan hanya milik Allah semata, namun manusia harus tetap berusaha




mohon untuk mendoakan agar kita semangat... ^_^

Wallahualam...

Thursday, 5 May 2011

INSTALL OPENNMS di Ubuntu 10.04













OpenNMS merupakan salah satu software NMS (network Management System) yang sangat powerful. Berbeda dengan software NMS terdahulu yang lebih menitikberatkan pada network element seperti interface pada switch dan router, OpenNMS lebih menitikberatkan pada service yang ditawarkan oleh network resources, seperti web pages, database access, DNS, DHCP, dll.

Oleh karena itu, pada blog ini saya akan memberikan panduan bagaimana menginstall OpenNMS khusus pada Ubuntu/Ubuntu  10.4 atau versi yang lainnya (Debian Base) berdasarkan pengalaman dan hambatan yang pernah saya alami.

Langkah menginstall OpenNMS :

1. Masuk Sebagai Root
   - sudo su

2. Melakukan Update Terlebih dahulu, Perintah
   - apt-get update

3. Tambahkan OpenNMS Repository
   - nano /etc/apt/sources.list

   Tambahkan perintah di bawah :

  deb http://debian.opennms.org/ stable main
  deb-src http://debian.opennms.org/ stable main


4. 2. Menambahkan OpenNMS PGP Key ke APT
OpenNMS Debian repository ditandai dengan PGP Key. APT harus mengetahuinya 

dengan menggunakan perintah berikut :
wget -O – http://debian.opennms.org/OPENNMS-GPG-KEY | sudo apt-key add -22EE DDA6 8698 B02F B2EC 50B7 062B 8A68 4C4C BBD9


3. Install Sun JDK (saat saya melakukan instalasi yang terbaru adalah java6.Gunakan perintah berikut :
- sudo apt-get install sun-java6-jdk

Setelah terinstall, cek versi dari Java :
$ java -version

Jika tidak disebutkan HotSpot, kemungkinan ini bukan merupakan Sun JVM, maka dari itu harus diubah defaultnya, dengan perintah :

( Not recomendations)
$ sudo update-alternatives –config java
$ sudo update-alternatives –config javac
Pilihlah pilihan yang mengarah pada Sun JVM, masukkan dengan mengetikkan 

Pilihan angka yang sesuai.
Tambahkan environment Java di /etc/environment :
JAVA_HOME=”/usr/lib/jvm/java-6-sun”
JDK_HOME=”/usr/lib/jvm/java-6-sun”
Restart /etc/environment dengan menggunakan perintah
. ./etc/environment


4. Install dan Konfigurasi Postgresql
Lakukan instalasi postgresql dengan perintah :

- sudo apt-get install postgresql-8.4 iplike-pgsql84

 Buka file konfigurasi di 
- nano /etc/postgresql/8.4/main/pg_hba.conf


Lalu, buka file konfigurasi yang lainnya di 
- nano /etc/postgresql/8.4/main/postgresql.conf 
dan uncomment baris berikut (buang tanda Kresnya):

listen_addresses = ‘localhost’
Restart postgresql


5. Install install_iplike.sh
- sudo /usr/sbin/install_iplike.sh


6.  Konfigurasi Discovery Rule
Agar dapat mendeteksi jaringan anda, maka harus diatur terlebih dulu file konfigurasinya pada 
- nano /etc/opennms/discovery-configuration.xml

7. konfigurasi selesai
- sudo /etc/init.d/postgresql-8.2 restart
- sudo /etc/init.d/opennms start


8. 12. Bukalah browser untuk melihat OpenNMS
Bukalah browser internet untuk melihat hasil instalasi anda (IE,firefox, 

opera, dll), lalu masukkan alamat http://192.168.1.101:8980/opennms.

Login dengan menggunakan username dan password : admin


kalo ada yang eror mohon dicoba laagi... ^_^...

Mohon Doanya supaya diberikan kelanjaran untuk ujian ini dan segera meyelesaikan tahun ini... :)..

Semangat... !!!

Teringat pada sebuah pepatah :
Sampai kan lah walau ilmu mu hanya sedikit...

Jangan lupa untuk DIUT ===> Doa, Ikhitar, Usaha dan Tawakal..

Minta doanya ya temen-temen...

Selalu tegur saya jika banyak kekurangan dan keselahan.... ^_^

Ganbatte...

Saturday, 30 April 2011

Cerita

Menulis
Sekedar iseng saja.. lagi pengen nulis...
Dulu seperti ini...
kemaren adalah history
Sekarang adalah Reality
Besok adalah Mistery...

Foto Perbaikan Tower..





Foto STO Plered





Masih banyak kegiatan lain :
STO Karawang
Gedung DPRD Purwakarta
Masjid Dekat Rel Kereta
Makan Bakso
Munggahan Ramadhan
Situ Buled
Curug
Kosan mbah gandrong... hehe ^-^
Kantor Direktur....
STO PWK
SISKA
STO Cikampek
Makan Warteg
Jalan-jalan ke sekolah


Mungkin ada tambahan dari yang lain.. ^-^

Sunday, 17 April 2011

Install dan konfigurasi DNS, BIND9

Install terlebih dahulu paket DNS
- apt-get install bind9

kemudian ikuti langkah berikut

1. gedit /etc/network/interfaces



auto lo
iface lo inet loopback

auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.1.100
netmask 255.255.255.0
gateway 192.168.1.1




2. gedit /etc/bind/named.conf.local




//
// Do any local configuration here
//

// Consider adding the 1918 zones here, if they are not used in your
// organization
//include "/etc/bind/zones.rfc1918";


zone "abdul.com"
{

type master;
file "/etc/bind/db.abdul.com";
};

zone "1.168.192.in-addr.arpa"
{
type master;
file "/etc/bind/db.192";
};



3. gedit /etc/bind/named.conf.options




options {
directory "/var/cache/bind";

// If there is a firewall between you and nameservers you want
// to talk to, you may need to fix the firewall to allow multiple
// ports to talk.  See http://www.kb.cert.org/vuls/id/800113

// If your ISP provided one or more IP addresses for stable
// nameservers, you probably want to use them as forwarders.
// Uncomment the following block, and insert the addresses replacing
// the all-0's placeholder.

forwarders {
192.168.1.100;
};

auth-nxdomain no;    # conform to RFC1035
listen-on-v6 { any; };
};


4. cp /etc/bind/db.local  /etc/bind/db.abdul.com

5. cp /etc/bind/db.127   /etc/bind/db.192

6. gedit /etc/bind/db.abdul.com



;
; BIND data file for local loopback interface
;
$TTL 604800
@ IN SOA abdul.com. root.abdul.com. (
     2 ; Serial
604800 ; Refresh
 86400 ; Retry
2419200 ; Expire
604800 ) ; Negative Cache TTL
;
@ IN NS abdul.com.
IN A 192.168.1.100
www IN A 192.168.1.100
ftp IN CNAME abdul.com.
mail IN A 192.168.1.100


7. gedit /etc/bind/db.192

;
; BIND reverse data file for local loopback interface
;
$TTL 604800
@ IN SOA abdul.com. root.abdul.com. (
     1 ; Serial
604800 ; Refresh
 86400 ; Retry
2419200 ; Expire
604800 ) ; Negative Cache TTL
;
IN NS abdul.com.
100 IN A abdul.com.
100 IN PTR abdul.com.
100 IN PTR mail.abdul.com.


8. gedit /etc/hosts


127.0.0.1 localhost
192.168.1.100 abdul.com abdul

# The following lines are desirable for IPv6 capable hosts
::1     localhost ip6-localhost ip6-loopback
fe00::0 ip6-localnet
ff00::0 ip6-mcastprefix
ff02::1 ip6-allnodes
ff02::2 ip6-allrouters
ff02::3 ip6-allhosts


9. gedit /etc/resolv.conf

# Generated by NetworkManager
nameserver 192.168.1.100
domain abdul.com
search abdul.com

10. restart dns system nya...

ok.. selamat mencoba..